“Cintaku Akan Bersemi Pada Saatnya”


hatiku untukmu

 

Bukannya kami tidak memiliki cinta…

Kan tetapi benih cinta sudah siap berkecambah menjulang…

Tidaklah bisik romantis kami sekedar berdesir…

Kan tetapi desiran yang siap berombak laut…

Dan tidaklah rayu manis sekedar di bibir…

Kan tetapi rayu yang membuai getaran relung…

 

Cinta kami masih terbungkus iman…

Cinta kami masih terpendam dalam cangkang ketakwaan…

Cinta kami masih menanti di hilir dan masih bergelantung di ujung tetesan…

 

Kalaulah bukan karena Allah yang kami takutkan …

Bisa jadi beberapa wanita tertunduk takluk dalam dekapan…

Kalaulah bukan karena pagar keimanan…

Bisa jadi para wanita mengiba mengemis belaian…

 

Cinta kami kan menetas lembut pada saat terhangatnya

Cinta kami kan tertumpah indah pada waktu meluapnya

Dan cinta kami kan mendulang halal pada saat memetiknya

 

Ketika kedua tangan, Ayahmu dan aku berjabat…

Saksikanlah bahwa Semua episode cinta kan bermulai Indah…

Cinta nan murni, suci dan belum ternoda…

Dengan dirimu yang pertama di hatiku…

 

Alhamdulillah nikmat terasa…

Duhai diriku yang berbuka puasa cinta…

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s