Tapak-Tapak Keangkuhan


 

Beranjak pagi awali hari

Semburat mentari hangatkan bumi

Di kaki gunung di hari itu

Para manusia pemburu kedamaian hadir

Entah apa yang menjadi bekal

Mungkin kerendahan hati atau keegoan diri

Tubuh pun bergerak menuju kelam

Dalam balutan rimbun daun yang bergumam

Ada yang bersyukur, ada pula yang kufur

Tatkala tapak-tapak itu berbaur

Dalam gerombolan sampah yang menghuni pelosok hutan

Atau ketika pohon-pohon menjerit bisu

Batangnya tersayat tajamnya belati pendaki

Atau ketika bebatuan tak lagi asli

Coretan-coretan menghiasi kotor batu-batu

Adakah hati yang bergumam

Sujud syukur mencium indah hijaunya

Yang mungkin tinggal beberapa masa

Ataukah wujud keangkuhan menjadi nyata

Ketika tapak kembali

Dalam kehidupan sebenarnya

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s