Jantungku Sayang, Jantungku Malang


 

Polusi menggerogoti udara kota yang jernih

Menyergap pernafasan dengan ribuan zat beracun

Sulit menghela, sulit menghirup

Zat adiktif yang membumbung ke angkasa

Memonopoli hiruk pikuk polusi kota

Karbondioksida pun turut berjejal

Bersama zat-zat beracun mematikan

Jantungku sayang, kau terzhalimi

Keangkuhan manusia dengan asapnya

Yang membumbung lalu terhirup

Jantung yang semula jernih

Kini berongga

Berlubang – lubang bagai hutan yang renta

Dengan pepohonan yang meranggas

Jantungku sayang…

Mungkin aku jualah

Salah satu penyumbang jantung berlubang

Aku yang tak acuh… aku yang tetap bergeming

Kehidupan kota mengekang rasa kepedulian

Knalpot usang yang berkawan asap hitam

Deru mesin yang mencabik kesunyian

Rasa amarah yang menyesakkan dada

Hingga kata maaf jadi impian

Jantungku yang malang…

Ingatkah engkau

Saat udara bebas kau hirup

Tiada noktah yang melekat

Kau mampu resapi makna dalam udara

Yang menembus rongga terdalammu

Hanyalah alam yang mampu hadirkan semua

Sabda Tuhan dalam alam yang permai

Bagi kaum yang berfikir…

 

 

by

kiptiah hasan

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s