Cinta… is C.I.N.T.A


 

Tak pernah di mengerti, kapan rasa ini di mulai

Namun hingga hari ini aku merasakan begitu dalam cintaku

Cintaku ini tak pernah aku kirakan hingga sedalam ini

Namun ku sangat bahagia akan semua ini.

 

Cinta tetaplah akan menjadi rasa yang indah

tak hanya rasa yang membuat selalu bergairah

tapi ada semangat untuk selalu melakukan yang terbaik

untuk yang tercinta

 

Semakin dalam rasa ini

semakin besar pula ujian atas rasa cinta ini

tak pernah terbayangkan

tapi melalui semua ujian itu selalu menyisakan rasa bahagia

 

Di saat seseorang merasakan Jenuh akan cinta ini

aku pun mulai berpikir

Mengapa Jenuh itu bisa hadir

Apa dikarenakan beratnya halangan dalam menuai cinta ini

atau cinta ini terlalu monoton untuk dilalui

tak ada hal yang menjadi sensasi baru, hingga semua terasa menjemukan

 

Aku pun terus berpikir

Mungkin ada harapan yang tak tercapai hingga melahirkan kejenuhan

Padahal cinta itu hakikatnya memberi

Berikanlah yang terbaik lalu berharaplah mendapatkan yang terbaik

Bukan berharap mendapatkan yang terbaik lalu baru memberikan yang terbaik

ya…karena hakikat cinta itu memberi

 

Satu per satu daun pun gugur

ada yang gugur karena tak mampu mempertahankan cintanya

ada pula yang gugur karena kematian mulia menjemput dalam mempertahankan cintanya

begitulah kehidupan akan terus berputar

siapa ingin bertahan, maka berjuanglah walau terasa berat

berputarlah, ikutilah arah gerak yang benar menuju cinta hakiki.

 

Hiduplah Bersama Dakwah

Karena Dakwah adalah Cinta

Jalan terbaik menuju Cinta ALLAHU ROBBI

 

Ingat Pesan dari Alm Ustd. Rahmat Abdullah

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta.

Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu.

Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah.

Tentang umat yang kau cintai.

 

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

 

by ; Ana Khairunnisa

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s