HUKUM ADAT SUKU KEI – EVAV MALUKU TENGGARA.


HUKUM ADAT SUKU KEI – EVAV MALUKU TENGGARA.

HUKUM LARVUL NGABAL

Larvul : “ Lar ” artinya darah dan “ Vul “ artinya merah.

Ngabal : “ Nganga “ artinya tombak dan “ Bal “ artinya dari Bali.

Jadi “Larvul Ngabal” berarti darah merah- tombak dari pulau Bali

BAGIAN I.

P E M B U K A A N

1. Rat nesno, umas enba :Raja bertitha, pengawal melaksanakan.

2. Lem yau warsa, yau waro :Keputusan dan sanksi hanya atas dasar kebenaran dan keadilan.

3. Loor tel sa, yaing reng infit fatel :Perbuatan melanggar hukum secara konkrit diatur menurut Hukum Adat Larvul Ngabal khususnya dalam Hukum Nevnev, Hanilit dan Hawear Balwirin.

BAGIAN II.

ISI POKOK HUKUM LARVUL NGABAL

HUKUM NEVNEV

Hukum yang mengatur Hak Hidup Manusia

Pasal 1. Uud entauk atvunad : Kepala bertumpu pada tengkuk.

Pasal 2. Lelad ain fo mahaling : Leher dan keselamatan manusia harus dijunjung tinggi.

Pasal 3. Ul nit envil atumud : Kulit membungkus tubuh kita.

Pasal 4. Laar nakmut naa ivud : Darah beredar tenang dalam tubuh.

HUKUM HANILIT

Hak Kehormatan dan martabat kaum wanita

Pasal 5. Reek fo kelmutun : Ambang abu atau kesucian kaum wanita diluhurkan.

Pasal 6. Moryaian fo kelmutun : Kesucian rumah tangga dijujung tinggi.

HUKUM HAWEAR BALWIRIN

Hukum yang mengatur Hak atas milik

Pasal 7. Hirani ntub fo ih ni, it did entub fo it did: Milik orang lain tetap jadi miliknya

dan milik kita tetap jadi milik kita.

BAGIAN III.

YAENG RENG ENFIT FATEL

ISI HUKUM NEVNEV

( Yaeng Reng Enfit Hukum Nevnev ) : Pasal 1 -4

1. Muur nar, suban fakla : Menjelekan/ memfinah dan menyumpahi orang lain.

2. Haung hebang : Mengancam dan merencanakan kejahatan terhadap orang lain.

3. Rasung asmu, rudang dad : Meracuni dan tindakan black magic.

4. Kev bangil : Menumbuk dan memukul orang lain.

5. Tev-ahai, sung tawat : Merajam, menombak, menusuk dan menikam.

6. Vedan na, tetat wanga : Membunuh, memotong-mencincang dan memancung orang

7. Tewak-luduk fo wawain : Menguburkan atau menenggelamkan orang lain secara hidup-hidup.

( Jenis kesalahan atau kejahatan dari yang sedehana hingga yang paling sadis)

ISI HUKUM HANILIT

( yaeng reng enfit Hukum Hanilit ) pasal 5-6

1. Sis-sawar, tev laan hol : Mengganggu kaum wanita dengan cara mendesis, bersiul, melempar, mengikuti atau mengejar.

2, Kifuk mat ko dedan mat ket : Menggangu kaum wanita dengan cara bermain mata, membuat kode pada malam hari.

3. Ngis kafir temar uh mur : Mengganggu wanita dengan cara mencubit, mengorek atau norek dengan busur anak pana baik dari muka maupun dari balakang.

4. Homak-woan, aa lebak : Mengganggu wanita dengan cara mencium, memeluk atau merangkul.

5. Laa lee, walngutun tenan rattan, siran baraung: mengganggu dan menodai kehormatan kaum wanita dengan cara membuka pakaiannya dan mengajak berhubungan intim.

6. Marvuan fo ivun taha ken taha sa : Menodai kaum wanita dengan cara menghamili baik yang tertangkap basah maupun yang tidak kedapatan.

7. Manuu-marai naa met tahit tutu ne or wat roa: Membawalari perempuan atau memperkosa perempuan di ujung pantai mau pun di hutan tepi pantai / tanjung.

ISI HUKUM HAWEAR BALWIRIN

(yaeng reng enfit hukum Hawear Balwirin): pasal 7.

1, It warjatad sa umat rir afa : Keserahkaan dalam mengambil hal milik orang lain

2. It bor tomat rir afa : Mencuri barang milik orang lain.

3. It kulik afa borbor : Kita sengaja menyimpan barang curian.

4. Taan rereang ne it dad afa waid : Mendapat upah tetapi tidak bekerja.

5. It liik ken tomat rir afa , it tafen it nail: Menemukan milik orang lain dan tidak mau mengembalikanya

6. It lavur, uskom tomat rir afa : Kita mnerusak dan menghancurkan milik orang lain.

7. It taha kuuk tomat rir rareang neblo : Kita menahan dan tidak mau memberikan upah orang lain dengan adil dan benar.

BAGIAN IV.

P E N U T U P

1. Adat nabletang hormat : Ketaatan terhadap adapt menyunyung tinggi kehormatan dan martabat manusia.

2. Ntuuh suntub raam, fo enreek naa vuam yatam : Simpanlah Hukum Larvul Ngabal dalam lubuk hatimu dan menopang jantung hatimu.

3. Taha fo vusin manan, nti ntut wahan enhaar naa soin: Kesetiaan malakukan Hukum Adat Larvul Ngabal dengan teguh sampai akhir hidup.

PENGERTIAN KATA NAMA HUKUM ADAT LARVUL NGABAL

Hukum Adat Evav yang bernama Hukum Adat Larvul Ngabal, terdiri dari 2 bagian yakni Hukum Larvul dan Hukum Ngabal. Penjelasan kedua kata nama ini adalah sebagai berikut: A. Hukum Larvul LARVUL di ambil dari kata LAR artinya “Darah” dan kata Vul artinya “Merah”. Adapun kata nama LAR = Darah, berasal dari darah kerbau yang sudah disembeli pada hari dan saat Hukum dicanangkan di Ngudrinin/Elaar, menjadi bukti/meteray. Kiranya cukup kalau Hukum itu diberi nama: Hukum Lar = Hukum Darah, yang dengan sendirinya membangkitkan dalam hati/pikiran/ingatan akan warna darah itu Vul = Merah, yang memiliki arti simbolis: berani, agung dan aktif. Maka pikiran dan ingatan itu menjadi dasar, leluhur menimbang perlu kata nama warna VUL (Merah) itu diikut sertakan pada menyatakan keberanian, keagungan, keaktifan masyarakat dan juga agar enak di ucap dan di dengar. Hukum Larvul ini sudah menetapkan garis – garis besar peraturan Hukum dan Tata tertib yang wajib diikuti oleh semua masyarakat Evav guna keamanan, kebaikan , kerukunan hidup hingga lazimnya dikatakan “LARVUL ENTURAK” maksudnya Larvul menggariskan garis batas Hukum. Masyarakat yang mencanangkan dan menganut Hukum Larvul = Darah Merah, disebut LOR SIU/URSIU, dengan lambangnya tersendiri. B. Hukum Ngabal NGABAL di ambil dari kata NGA artinya “Tombak” dan BAL yang diambil dari singkatan Pulau BALI. Kata nama NGA = Tombak dan Bal = Bali, berasal dari Tombak Sakti yang sudah dibawa dari Pulau Bali, lalu disandarkan pada satu pohon beringin di dekat Desa Lerohoilim. Maka ditempat itulah dicanangkan Hukum yang dinamai Hukum NGA = Hukum Tombak, tetapi sebab tombak itu dibawa dari Pulau Bali oleh orang Bali, yang katanya turunan Dewa oleh orang yang sakti, oleh penyusun dan pencanang Hukum, maka leluhur menimbang wajarlah nama asal Tombak diikutsertakan menjadi simbol bahwa Hukum itu Tajam, Hukum itu kuat, Hukum itu agung, hokum itu sakti, hingga perlu sekali diberi nama: HUKUM NGABAL. Hukum ini menyaring garis – garis besar peraturan, Tata tertib itu lebih terperinci, supaya lebih dimiliki, gampang diikuti, senang ditaati oleh masyarakat. Dengan demikian, leluhur dalam kata – kata ungkapannya, menyebut NGABAL ENADUNG” artinya Hukum Ngabal yang menyaring. Masyarakat yang menganut Hukum Ngabal (Tombak dari Bali) desebut LORLIM dengan lambangnya tersendiri.

3 thoughts on “HUKUM ADAT SUKU KEI – EVAV MALUKU TENGGARA.

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s