Renungan ! Wajib baca


Hari ini, marilah kita menyisihkan waktu sedikit, untuk mengingat kembali seluruh masa  kehidupan kita, dari tangis pertama. Pasti, kalau kita mau jujur, terlalu banyak telah

kesakitan yang kita berikan untuk orang tua kita. Beberapa di bawah ini hanya bagian  kecil saja.

Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya,  kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai  balasannya, kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang.  Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna. Sebagai balasannya, kamu  corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah. Sebagai  balasannya, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kamu  berteriak “NGGAK MAU,!”

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kamu  melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai dalasannya, kamu tumpahkan  dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu. Sebagai  balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang,  sampai pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa

memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop.  Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang  dewasa. Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah

Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena  sudah waktunya. Sebagai balasannya, kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan,.  Sebagai balasannya, kamu nggak pernah menelponnya

Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu. Sebagai balasannya,  kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil. Sebagai  balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan

kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting. Sebagai  balasannya, kamu pakai telpon nonstop semalaman

Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA. Sebagai  balasannya, kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke  kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu

gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?” Sebagai


 

balasannya, kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier  masa depanmu. Sebagai balasannya, kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan  tinggi. Sebagai balasanmu, kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.  Sebagai balasannya, kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang  rencana di masa depan. Sebagai balasannya, kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok

bertanya seperti itu.”

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai  balasannya, kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu.  Sebagai balasannya, kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”

Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu  saudara dekatmu. Sebagai balasannya, kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.  Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang  tinggal di rumah anaknya

dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kamu teringat semua  yang belum pernah kamu lakukan,

Maka, jika orangtuamu masih ada, berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang  pernah kamu berikan selama ini. Jika orang tuamu telah tiada, ingatlah kasih sayang dan  cintanya yang tanpa syarat dan tulus

Do’akanlah selalu orang tua kita, saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita agar selalu  mendapat Berkah dan Rahmat-NYA

Hidup ini hanya sekali untuk itu berbuatlah yang terbaik kepada sesama walaupun hanya  melalui doa.

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s