PUISI RAMADHAN 2012


Puisi ramadhan: Kurma Ramadhanku

Sejuk hati ini,

Mengingat Allah berpeluk hati

Debur ombak

Dasyatnya topan

Sekecil pohon kurma melindungiku

 

Air mata emosi

Terbakar amarah

Menjadi datu

Namun manisnya kurma

Melamurkan semua

 

Tak kusangka ramadhanku penuh kerikil

Kerikil-kerikil tumpul

Namun tak semua kerikil,

Kutemukan satu kurma sebagai hikmah ramadhanku

 

Puisi Ramadhan: Berkah Ramadhan

Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan buatku

Ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri RamadhanMU yang lalu

Hari hari Mu masih saja kulalui

Tanpa isi

Tanpa makna

Tanpa syukur

Bahkan dengan sikap Takabur kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu

Kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku

Yang lain bukan makhlukMU,

Yang lain bukan UmatMU

 

Dalam Doaku……

Sering kusampaikan dengan memaksa

Seolah akulah yang lebih tahu,dariMU, Sang Mahatahu

Doaku bukan harapan , tapi itu keharusan

Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan

Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan

 

 

Puisi Ramadhan: Malam Ramadhan

Malam ini, kan ku rangkai jerit suara hati

Kan ku ukir disetiap jiwaku ini

Wahai malam yang sunyi, dapatkah kau memberi arti

Pekatnya malam gulita yang kau beri

 

Wahai sunyi aku rapuh, aku hampa tak berarti

Bila tak ada kasih pelita yang menghampiri

Hatiku resah hatiku galau tak bertepi

Andai tak ada kasih yang abadi

 

Ya Allah yang abadi

Berilah kamu petunjuk walau jalan itu berduri

Berilah kami kekuatan hati lapang hidup ini

Agar setiap galau yang menghampiri

Dapat kami suruh untuk pergi dan tak kembali

 

Ya Allah yang maha suci

Sucikanlah kami dan hati kami ini

Agar aku tak sesat, tak tenggelam di samudra sunyi

Abadilah kamu, abadilah cinta nurani

 

Puisi Ramadhan: Taubat di Bulan Ramadhan

Dulu tidak serajin ini

Shalat lima waktu,

Mengaji tadarus,

Melengkapi dengan shalat sunah

Hingga berdzikir disela kesibukan

Dulu acuh tak acuh

Bermain sampai lelah

Tidur pulas hingga pagi

Meninggalkan serangkaian shalat

Hingga mengucap kata-kata tak pantas

Sekarang berbeda

Bulan ramadhan mendapat berkah

Telapak tangannya dicuci bersih

Mulutnya dikumur bersih

Kotoran hidungnya mengilang bersih

Wajahnya cerah bersinar

Lengannya lembab bersih

Rambutnya basah dan segar

Telinganya terbasuh sejuh

Hingga kakinya dingin bersih

Dan kembali ke jalan Allah

Di bulan suci Ramadhan ini

 

Puisi Ramadhan: Kunanti Hari Fitri

Lantunan doa mengalir sekujur darah

Melekat sungguh lekat

Pejamkan mata menyusup makna

Resapi bagian terkecil kehidupan

Teringat setitik hina dan seluas pandangan dosa

Terkeruk pasrah sucikan diri

Aduhai ringan tubuh ini

Melayang lepas tinggalkan bait-bait pahit

Malam hilang terbitlah sang fajar

Mencerahkan gelap dengan dinginnya embun

Kunanti hari fitri itu

Penuh harap kan fitrah diri

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s