FILM ‘Di Timur Matahari’ Kenalkan Indahnya Indonesia pada Dunia


SATU lagi film berkualitas hadir untuk menghibur seluruh keluarga Indonesia. Film ‘Di Timur Matahari’, produksi Alenia Pictures bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu liburan anak-anak. Film ini berlatar di daerah Tiom, Papua.

Selalu ada misi di balik film yang diproduksi pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. “Kitapengen lebih memperkenalkan seluruh Indonesia kepada dunia. Indonesia itu indah, komplit, Indonesia itu sebenarnya luar biasa. Kita harus bersyukur dan menjaga. Jangan malah kita yang tak peduli dan merusak bangsa kita. Kita pengen tanamkan itu sedini mungkin, dari anak-anak sampe orang dewasa.” ujar Nia.

Film ini, menurut Nia, bisa menjadi hiburan yang bermanfaat. “Saya tidak menyarankan anak-anak untuk nonton sendiri. Lebih baik bersama orang tua. Kalau ada yang mereka gak tau, mereka bisa langsung tanya ke orang tua masing-masing. Jadi ada komunikasi antara orang tua dan anak,” tambah Nia.

Laura Basuki juga ambil bagian dalam film ini. Ia berperan sebagai Vina, istri orang Papua yang tinggal di Jakarta. Namun, ia harus ikut sang suami pindah ke Papua. “Vina ini orang kota bangetgak pernah hidup susah. Ketika di Papua, dia lumayan kaget, kebingungan, stres. Cuma karena anak-anak Papua ini memberi inspirasi, ia akhirnya belajar menerima keadaan,” ujar Laura.

Laura mengaku ia mau terlibat dalam film ini karena percaya Alenea pasti membuat film-film terbaik. “Aku belum pernah ke Papua, jadi ini kesempatan untuk ke sana. Selain itu, aku jugapengen banget main film anak-anak. Pertimbangan-pertimbangan itu yang bikin aku mau,” tambahnya.

Menurut Laura, banyak hal yang bisa ditampilkan di film ini. Film ini ingin memperlihatkan kondisi Papua yang tak terjangkau oleh pemerintah, di mana pendidikan juga masih sangat kurang.

Selain Laura, Aktor Ringgo Agus Rahman juga turut berpartisipasi. Ia berperan sebagai Ucok yang menjadi kepala proyek aspal di Papua.

“Kalau di film ini, yang keliatan mungkin saya sebagai kepala proyek aspal. Karena itu daerah baru. Saya sebagai kaum pendatang, merasa budayanya baru saya kenali. Saya mencoba mempelajari logat dan bahasa, untuk mendalami karakter. Terbantu juga sama temen-temen yang asli sana,” ujar Ringgo

Bagaimana pesan dalam film itu sampai atau tidak, sepenuhnya Ringgo serahkan kepada Sutradaralah yang menentukan bagus atau tidaknya para pemain.

Mengingat banyaknya film produksi Alenia Pictures yang masuk dalam beberapa festival film internasional, Nia pun sudah mempersiapkan film ‘Di Timur Matahari’ untuk ikut ke ajang yang sama.

“Kita usaha bikin sebagus mungkin, penilaian terserah penonton, dan kalau di festival terserah juri. Kalo dapat penghargaan, ya itu bonus atas kerja keras semua crew dan artis,” jelas Nia.

Film ini sudah bisa dinikmati mulai hari ini Kamis (14/6). Mereka akan keliling bioskop untuk menemui fans sebagai rasa terima kasih. “Kita juga akan bagikan komik, termasuk pengetahuan tentang Papua, seperti kekayaan alam, sungai terpanjangnya,dan lain lain,” tambah Nia.

“Semoga setiap tahun bisa lebih, Insya Allah tahun depan bisa mengisi di dua liburan, Juni dan akhir tahun. Setiap film harus lebih baik dan menampilkan yang berbeda. Bikin antre bioskop untuk nonton film Indonesia, bukan film luar,’ tutup Nia.

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s