Prinsip Konsumsi


1. Hanya mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyib

Halal di sini tidak hanya zat/makanannya, tetapi juga sumber untuk mendapatkan makanan tadi (sumber penghasilan). Bagaimana mungkin bdan sehat, kalau badan kita dibangun dari zat-zat yang tidak halal, yang tidak di rihoi oleh sang Pencipta. Thoyib berarti baik, bergizi dan seimbang.

2. Berdoa sebelum makan

Harus diakui makanan kita saat ini banyak mengandung zat-zat yang dianggap asing (xenobiotik) baik dari cemaran maupun dari zat yang sengaja ditambahkan (bahan tambahan pangan). Zat asing ini dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan masalah/penyakit. Padahal kita semua hanya bisa “memenej” makanan yang kita konsumsi hanya sampai di mulut, setelah melewati kerongkongan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apakah makanan yang kita konsumsi bermanfaat atau sebaliknya menimbulkan penyakit, terserah kehendak Allah sang pencipta. Maka pastikan kita berdoa sebelum mengkonsumsi sesuatu, supaya bermanfaat dan berkah tentunya.

3. Makan ketika lapar

Pada saat seseorang lapar, maka semua peralatan pencernaan ( enzim-enzim pencernaan) akan diproduksi cukup dan bekerja secara maksimal, dibandingkan saat kondisi belum lapar. Sehingga proses pencernaan dan penyerapan zat makanan akan menjadi optimal.

4. Berhenti makan sebelum kenyang

Meski makanan masih tersedia, sangat dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsinya. Artinya kita mengkonsumsi secukupnya tidak berlebih-lebihan.

5. Makan dan minum secukupnya, tidak berlebih-lebihan

Sama pengertiannya dengan prinsip no. 4, kita dianjurkan untuk tidak makan berlebih-lebihan. Seperti kita ketahui, penyakit seperti penyakit jantung koroner dan diabetes diderita oleh orang-orang yang kegemukan. Dan kegemukan ini pertanda konsmsi yang berlebih-lebihan.

6. Makan sambil duduk, tidak berdiri

Banyak kita saksikan saat ini, di pesta-pesta (pernikahan, ulang tahun), di acara-acara seminar atau di acara jamuan yang lain, ketika makan dipastikan (hampir) semua undangan makan sambil berdiri. Padahal tuntunannya kalau makan ya duduk. Mungkin dengan duduk lebih santai, sehingga proses pencernaan lebih baik. Tapi yang jelas makan sambil duduk lebih enak dan nyaman dibandingkan berdiri. Anda setuju?

7. Berdoa setelah makan

Selain berdoa supaya makanan yang telah dikonsumsi menjadi berkah, juga sebagai manifestasi rasa syukur kita karena telah diberi rezeki. Dan kita yakin dengan syukur itu nikmat akan bertambah-tambah.

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s