HUMOR SEPAK BOLA


1. Seorang pemain sepakbola sedang berlibur dengan keluarganya di Indonesia. Ketika mereka masuk ke bioskop dan duduk, seluruh orang di dalam bioskop bertepuk tangan dengan sangat riuh.
Pemain itu berkata dalam hatinya, “Aku tidak percaya. Aku terkenal sekali, bahkan orang di sini pun mengenaliku.”
Kemudian seorang pria menghampirinya, “Terima kasih telah datang. Filmnya tidak akan dimulai jika penontonnya kurang dari sepuluh orang.”
2. Seorang bocah mengadu ke Komnas Perlindungan Anak karena tidak ingin tinggal bersama orangtuanya lagi. “Mengapa kamu tidak ingin tinggal bersama ayahmu?”, tanya petugas Komnas.
“Karena ayah tidak pernah mau mengalah padaku,” jawab si bocah.
“Lalu kenapa kamu juga tidak ingin tinggal bersama ibumu?”
“Karena ibu juga tidak pernah mengalah padaku,” si bocah kembali menjawab.
“Oh,” kata sang petugas, “jadi sekarang kamu ingin tinggal dengan siapa?”
“Aku ingin tinggal bersama Wigan, karena mereka sering kalah..”

 

3. Yayuk merasa sangat kesal saat melihat suaminya terus-terusan menonton sepakbola di TV sepanjang malam. “Kenapa yang ada di pikiranmu cuma sepakbola, sepakbola, dan sepakbola!??”
“Dari tadi sore sampai subuh kamu tidak berhenti nonton bola. Kamu sudah tidak memperhatikanku lagi. Sekarang kamu tidak pernah lagi mengajakku jalan-jalan tiap malam minggu. Kamu benar-benar sudah melupakanku. Aku berani bertaruh, kamu pasti juga tidak ingat kapan kita menikah.”
“Tenang istriku, aku masih ingat,” suami Yayuk menjawab, “Kita menikah pada saat Juventus mengalahkan Ajax di final Liga Champions 1996. Aku ingat betul ketika itu Juve menang lewat adu tendangan penalti!”

 

4. Dalam partai final Piala Dunia antar binatang, tim sepakbola mamalia sedang bertanding melawan tim serangga. Mamalia mendominasi pertandingan babak pertama, dan sementara unggul 10-0.
Tertinggal banyak gol, tim serangga melakukan pergantian pemain. Mereka memasukkan ulat kaki seribu sebagai supersub.
Ulat kaki seribu bermain sangat luar biasa dan mencetak 20 gol. Tim serangga pun akhirnya menang dengan skor 10-20.
Setelah pertandingan, kapten mamalia bertanya kepada kapten serangga.
“Si kaki seribu sangat hebat, kenapa dia tidak main sejak menit pertama?”
“Sebetulnya kami juga ingin memainkannya sejak awal. Tapi dia butuh waktu 45 menit hanya untuk memakaikan sepatu di kakinya!!”
5. PSSI mengajukan usul kepada KONAMI agar Liga Indonesia diikutsertakan dalam game sepakbola ‘Winning Eleven’. PSSI mengutus seseorang untuk menemui perwakilan KONAMI.
PSSI: “Apakah anda bisa menerima usul kami ini?”
KONAMI: “Wah, kami tidak bisa mengikutkan liga dari negara anda.”
PSSI : “Hah? Kenapa pak?”
KONAMI: “Karena kami tidak bisa menambahkan tombol-tombol tambahan untuk menjegal wasit, meninju pemain lain, dan menurunkan para suporter untuk membuat kericuhan di saat pertandingan sedang berlangsung.”

 

6. beberapa joke seputar PSSI dan sepakbola Indonesia.
Joke #1
Suatu hari rombongan pengurus PSSI sedang jalan-jalan. Lalu dia melihat seorang ibu tua sibuk mengambil belanjaanya yang jatuh. Salah seorang pengurus bertanya ke si ibu: “Ibu bisa ngeberesin?” Si Ibu mencak-mencak: “Ngapain emangnya? kalian yang bikin kacau semua ini, gak usah minta saya yang ngeberesin.”
Joke #2
Tahu bedanya mesin rusak sama PSSI? Mesin rusak tahu kapan saatnya diganti.
Joke #3
Tim sepakbola Indonesia mengunjungi panti asuhan di Bekasi. “Sedih saya melihat wajah-wajah mereka yang sepertinya sudah kehilangan harapan.” kata Amir, salah seorang penghuni panti asuhan.
Joke #4
“Bro, aku punya 2 tiket nih untuk nonton timnas. Mau ikut gak? Ayo naik bus ke Bandara Sukarno-Hatta dan nonton mereka pulang..”
Joke #5
Apa yang dilakukan suporter Indonesia setelah jadi juara Piala Dunia? Dia akan mematikan Playstation-nya.
7. Pada suatu sore, Dodi sedang jalan-jalan keliling kampung. Ketika sampai di lapangan, tampak Jono dan teman-temannya sedang bermain sepakbola.
Tiba-tiba Jono memanggil Dodi, “Hey, Dod! Kami mau main bola. Kamu mau ikut gak?”Dodi merasa senang karena akan diajak bermain.”Aku sih mau-mau saja, tapi aku gak bisa main sepakbola.”
Jono: “Tidak masalah. Kami hanya butuh suporter kok..”
Dodi: ?????
8. Lani baru saja diterima sebagai guru bimbingan konseling di sebuah sekolah. Suatu hari dia melihat si Nico berdiri sendirian di pinggir lapangan belakang sekolah, sementara murid yang lain sedang asyik bermain bola.
Karena merasa kasian, Lani mendekat dan menyapa dengan ramah. “Hai Nico, bolehkah Bu Guru menemanimu?””Iya, Bu”, Nico menjawab. Tapi pandangan mata anak itu masih tertuju pada teman-temannnya di tengah lapangan.
“Ah, anak ini kasihan sekali.. Pasti dia ingin ikut bermain”, pikir Lani.
Sebagai guru bimbingan konseling yang baik, Lani ingin tahu masalah apa yang membuat Nico menyendiri seperti itu.
Lani pun bertanya, “Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Nico?”
“Saya sedang jadi kiper, Bu.”

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s