Pacaran Atau Ta’aruf


Pacaran
a. Tidak ada niat yang kuat untuk segera menikah
b. Cenderung kelewat batas bahkan tidak sedikit yang amoral. (Ciuman,berduan dsb)
c. Berkembangnya pemikiran bahwa suatu kesia-siaan saja berjalan bersamaorang yang belum tentu 100 % menjadi pasangannya.  
d. Tidak memiliki komitmen sampai ke jenjang pernikahan, e. Sebatas curhat-curhatan dan take n give yang tak
berdasar,   
f. Tidak meningkat pada satu tindakan gentle,menikah!  
g. Atau setidaknya mengajukan surat lamaran ke orangtua si gadis.  
h. Berbagai dalih dan argumentasi sering meluncur untuk mengkamuflasekanketidakgentle-annya itu, yang kemudian semua orang pun tahu itu cuma lipsservice
dari orang yang tidak benar-benar dewasa alias childish.
Ta’aruf
a. Proses pranikah yang dilakukan untuk saling mengenal antara calon priadan wanita biasa disebut proses ta’aruf (perkenalan).
b. Yang penting dari ta’aruf adalah saling mengenal antara kedua belahpihak,  c. Saling memberitahu keadaan keluarga masing-masing,
d. Saling memberi tahu harapan dan prinsip hidup,
e. Saling mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai, danseterusnya. 
f. Kaidah-kaidah yang perlu dijaga dalam proses ini antar lain:
Nondefensif, tidak bereaksi berlebihan pada feedback negatif, serta terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru, Jujur, tidak curang, berbohong dan punya sense of integrity yang kuat, Menghormati batas-batas, prioritas dan tujuan calon pasangan yangmenyangkut diri mereka maupun tidak, pengertian, empati, dan tidakmengubah pasangannyasedemikian rupa serta tidak mengontrol, manipulatif, apalagi mengancampasangan dalam bentuk apa pun.
g. Dalam tahap ini anda dan dia bisa saling mengukur diri apakah cocok satusama lain atau tidak.
h. Masing-masing pihak masih harus sama-sama membukaoptions/kemungkinan batal atau jadi.
i. Maka umumnya dilakukan tanpa terlebih dahulu melibatkan orangtua agartidak menimbulkan kesan ‘harga jadi’ dan tidak ada lagi proses tawar menawar,sehingga
jika pun gagal/batal tidak ada konsekuensi apa-apa. Karena jika sudahsampai menemui orangtua berarti secara samar maupun terang-teranganseorang pria
sudah menunjukkan niat untuk memperistri si wanita.
j. Tak ada rutinitas kunjungan yang melegitimasi silaturahmi denganembel-embel ‘ingin lebih kenal’.  

Ingat Tinggalkan Komentar (saran )

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s